Beranda » oneshot » Is This Love?

Is This Love?

Is This Love?
Author: Fiona Julieta :))
Ini ff pertamaku mian kalo jelek.. mohon dimaklumi.. Mian juga kalo ada yang salah ketik atau lainnya.. hhe.. jangan lupa comment ya kalo uda baca..
Follow twitter aku: Twitter: @Fio_fionaaa
Happy reading

HYORA POV
“Hyora-ssi!! Ayo makan jangan bengong aja,” teriak Hyena melihatku bengong sendiri. Aku tersenyum kecut kearahnya lalu dengan cepat melahap jajangmyeonku sampai habis. Ku lihat Hyena melihatku bingung, tapi apa peduliku. Aku tetap berkonsentrasi makan.. *lho*
“kenapa sih kau selalu tak peduli pada apapun?,” tanyanya membuyarkan konsentrasiku..
“Jadi maksudmu apa?,” tanyaku lagi agak kasar. Bukan maksudku menyakitinya ataupun kesal padanya, hanya sedang malas pada siapapun hari ini.
“Kau tidak pernah memikirkan tentang namja- namja yang keren itu..,” katanya dengan mengedip- ngedipkan mata.
‘DASAR GENIT’ kataku dalam hati. Hyena memang tipe orang seperti itu, dia paling suka membicarakan tentang para namja- namja itu, aku ga ngerti. Lagian buat apa sih pikiran namja- namja yang menurutku biasa- biasa itu. Apalagi..
“Apalagi Donghae-ssi,” lanjutnya. Ya, Donghae-ssi itu adalah namja pujaannya. Kupikir tak ada yang spesial darinya.
“Dia tampan, pintar, kaya lagi. Dia namja paling perfect,” lanjutnya lagi. Aku memalingkan wajahku. Aku paling malas mendengarnya berbicara tentang dia setiap istirahat. Kuakui, dia memang pintar. Tapi masih banyak kok namja yang lebih perfect dari dia.
“Hyena mian aku harus segera kekelas ada yang masih harus kukerjakan,” kataku.
“Nde, arraseo..,” katanya

***********

Aku duduk diam sendirian di kelas, tak tau ingin melakukan apapun. Akhirnya kubuka bukuku dan membacanya. Sampai jam istirahat berakhir.
“Anak- anak, sekolah kita akan mengadakan sebuah drama musikal yang akan ditampilkan saat acara sekolah nanti,” jelas seongsaengnim Leeteuk. Sebenarnya aku tidak begitu mendengarkan. Kau tahu aku paling tidak tertertarik pada acara- acara seperti ini.
“Hyora- ssi,” panggil Hyena. Tak sadar seongsaengnim dan beberapa murid lain memandang ke arahku. “Seongsaengnim menyebutmu,” lanjutnya.
Aku tersenyum. “Ne?,” tanyaku. “Seperti yang saya katakan tadi kau akan menjadi pemain utama karena kau memiliki suara yang indah,” jelas seongsaengnim panjang.
Seongsaengnim melanjutkan menjelaskan. Karena tak mau malu lagi aku mendengarkannya. “Hyora-ssi, lawan mainmu Donghae-ssi. Ini scriptnya,” katanya tiba- tiba sambil memberiku sebuah buku script. Aku mengambilnya lalu duduk kembali.
Donghae-ssi bukannya orang yang dipuja- puja oleh Hyena? Aku meliriknya. Ia menundukkan wajahnya lalu melirikku tajam. Seakan- akan ingin berkata ‘Awas kalau kau goda dia!!’. Aku merinding.

**********

Sepulang sekolah..
“Kau enak banget sih bisa pumya lawan main dia,” katanya tiba- tiba. Aku diam dan mengangkat bahu. Sepertinya berbeda sekali cara omongnya dengan tatapannya tadi. Dia terus berbicara sampai kita hampir melewati pintu gerbang sekolah. Mataku tertuju ke satu tempat. Ya, benar itu adalah Donghae yang sedang dikerubuti oleh cewe- cewe. Kulihat ada yang minta berfoto, tanda tangan, dan sebagainya. Huh, dasar! Uda kayak artis aja dia digituin. Padahal tampangnya biasa saja.

**********

Hari ini hari pertama latihan drama musikal itu. Kubaca script itu.. Judulnya ‘Cinderella’?? OMO!! Apa- apaan in?
“Ayo kita berjuang untuk drama ini!!,” kata seongsaengnim Leeteuk. “Drama ini akan di dokumentasikan oleh sekolah,” lanjutnya. OMO!! Ini lagi kok pake didokumentasiin segala sih??
Aku membuka lembaran script itu lagi. Hah!! Aku yang jadi Cinderella? Aku mengingat lagi kata- kata seongsaengnim kalo aku yang jadi pemain utamanya. Oh ya, lawan mainnya kan Donghae-ssi berarti dia yang jadi pangerannya. Aku mengingat lagi cerita Cinderella ada scene berdansa. Itu artinya..? OMO!! Masa aku harus berdansa dengan orang itu?
Donghae baru sampai ke tempat latihan. Dia tak sekelas denganku jadi aku tak begitu mengenalnya, aku saja mengetahuinya dari Hyena. Tak sadar dia mendatangiku. Aku sedang duduk menyadarinya tapi aku cuek saja.
“Apakah kau yang namanya Hyora?” tanyanya. “Iya, ada perlu?,” kataku dingin. “Kenalkan Donghae imnida,” katanya sopan sambil membubgkuk. “Hyora imnida,” kataku ikut membungkuk masih dengan tatapan dingin. Cih, sok sopqn sekali orang ini. “mohon kerjasamanya,” katanya lagi. “kau juga,” jawabku lalu kembali membaca scriptku. Kulirik dia pergi.

DONGHAE POV

Sombong sekali dia. Kupikir kenapa ya, dia sangat dingin terhadapku. Selama ini belum ada yeoja yang tidak luluh saat melihatku. Aku penasaran dengannya. Kau tahu dia terlihat manis saat menatapku tadi.
‘Akan kubuat dia luluh padaku!’ tekadku. Sebentar lagi latihan akan dimulai. Aku akan berusaha sebisaku.

AUTHOR POV

Merekapun memulai latihan. Awalnya tak ada masalah. Hyora latihan dengan baik. Begitu juga dengan Donghae. Sampai akhirnya latihan dancing scene.
Hyora mendatangi seongsaengnim Leeteuk yang sedang mengobrol dengan Donghae. “Mian seongsaengnim,” kata Hyora menundukkan kepalanya. “Ada apa Hyora-ssi?,” tanya seongsaengnim. “Mian aku tidak bisa melakukan scene ini dengan baik, aku tidak bisa berdansa,” jelasnya. seongsaengnim dan Donghae diam menatapnya. Sedangkan Hyora menundukkan wajahnya. “Baiklah, begini saja.. Kita akan lanjutkan latihan ini dipertemuan selanjutnya. Saya harap kau bisa belajar dansa diluar pertemuan. Arraseo?,” kata seongsaengnim Leeteuk lalu beranjak pergi.

HYORA POV

Melihat kepergian seongsaengnim, akupun ingin mengambil tas, berpamitan lalu pergi. Aku keluar dari gedung olahraga tempat latihan itu. Aku tidak berniat langsung pulang kerumah, aku akan pergi ketaman dekat rumah untuk sekedar bersantai. Aku merasa ada yang mengikutiku, tapi aku tak memperdulikannya
Ditaman yang cukup besar ini tak banyak orang yang bermain. Mungkin karena hari ini adalah hari libur jadi banyak yang berpergian.
Aku duduk dibangku taman lalu membuka buku kesayanganku. Aku membacanya dengan tenang sampai seseorang menepuk pundakku pelan lalu duduk disampingku. Itu Donghae.
“Kau sedang apa disini?,” tanyanya. Aku hanya diam dan tetap membaca bukuku.
“Mwo? Kenapa kau tidak menjawabku?,” tanyanya lagi.
Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya dingin,”Aniyo, tidak apa- apa”
“Tadi katamu kau tidak bisa berdansa ya?,” tanyanya. Kupikir sejenak, buat apa dia bertanya seperti itu. Tidak ada hubungannya. Akhirnya aku hanya menjawab seadanya,”Ya”.
“Mau kuajari?,” tanyanya tiba- tiba. Aku yang kaget refleks berkata dengan setengah berteriak,”Mwo??!”. Aku menggeser posisiku menjauh darinya. Dia menatapku aneh.
Aku diam sejenak. Tak ada masalah sih bagiku, tapi dia kok nanyanya kayak gitu sih. “Mwo? Kau ga mau? Ya sudah,” katanya lalu menatap ke depan. “Aniyo, bukan itu maksudku,” kataku. Setelah kupikir- pikir lagi aku bisa menghemat waktu juga. Aku bingung mau belajar dansa dari mana.
“Kalau begitu ayo,” katanya.
Dia menyentuh tanganku bermaksud menarikku agar berdiri. Aku menjauhkan tanganku lalu berkata,”A..a aku bisa berdiri sendiri kok!”. Dia hanya tersenyum. Ditaman sudah hampir tak ada orang karena hari sudah petang.
Dia menjulurkan tangannya kearahku. Aku memberikan tanganku pelan. Tangannya yang besar menggenggamku dengan hati- hati. Dia mulai memberiku instruksi. Kita mundur- maju-mundur lagi- berputar. Kok lama- lama aku jadi menikmatinya. Dia terus memandangku. Aku berputar lalu dia menangkapku dipelukannya. Dia tersenyum tanda aku siap melakukan gerakan dansaku nanti.
“Kamsahamnida sudah mengajariku gerakan dansa,” kataku sambil membungkuk. Hari sudah gelap aku harus segera pulang. Aku melihat dia memandangku dengan tatapan kosong. Dia melangkah maju, dan tiba- tiba bibirnya menyentuh bibirku.

AUTHOR POV

Setelah hal itu terjadi, Hyora mendorong tubuh Donghae menjauh darinya. Ia berlari sambil menutup mulutnya. Sementara Donghae menepuk- nepuk keningnya, sambil bergumam “Donghae, kenapa kau lakukan itu? Kau bodoh. Kau bodoh!”. Ia menemukan sapu tangan Hyora yang terjatuh di tanah. Donghae beranjak dari situ dengan penyesalannya.
Hyora masuk kekamarnya lalu terduduk di lantai. Ia tak menghiraukan eommanya yang daritadi memanggilnya. Ia terus memeluk lututnya sambil memukul- mukul kepalanya ke lututnya.
DONGHAE POV

Keesokan harinya disekolah

‘Aku ingin mengembalikan sapu tangan miliknya. Tapi aku tahu dia pasti akan menghindariku. Aku tidak tahu kenapa akhir- akhir ini aku terus memikirkannya. Apa aku mencintainya?’ batinku.
Tak sadar yeoja- yeoja yang mengikutiku daritadi bingung melihatku memukul- mukul kepalaku terus menerus. Refleks aku berlari menuju taman.
Sesampaiku ditaman, aku melihat seorang yeoja yang tak asing lagi bagiku. Itu Hyora. Dia sedang apa ya sendirian. Aku mendengarnya bernyanyi sambil mengayun- ayunlan ayunan yang ia duduki. Kuakui suaranya sangat indah. Aku ingin sekali mendatanginya dan meminta maaf, maka kukumpulkan semua keberanianku untuk menghampirinya.
“Kau punya suara yang bagus,” kataku. Suaraku sukses membuatnya terkejut. Dia menatapku dengan raut wajah marah. Tapi dia langsung membalikkan badan beranjak pergi. Aku tak mau menyia- nyiakan kesempatanku meminta maaf maka aku menarik tangannya yang lembut itu.
“Mau apa lagi hah?,” tanyanya. Kuakui kata- kata itu kasar. Dan sudah membuatku mengerti kalau dia sangat marah padaku.
“Kau tahu aku sangat tidak tahu apa yang kulakukan kemarin. Mian jeongmal mianhae,” kataku.
“Hanya itu yang mau kau katakan? Aku pergi!,” katanya lagi dengan kasar.
“Tunggu, apa kau memaafkanku?,” tanyaku.
“Ya, dengan satu syarat”

**********

HYORA POV

Entah kenapa setelah kejadian itu aku terus memikirkannya. Tapi tetap saja aku sangat membencinya karena ulahnya itu.
Aku ingin bernyanyi. Mumpung disini lagi ga orang. Kualunkan sebuah lagu. Sampai orang menyebalkan itu datang. Ia ingin meminta maaf padaku. Saat itu muncul ideku mengerjainya. Itung- itung balas dendam hhe.

**********

Aku menyuruhnya untuk melakukan apapun yang aku suruh. Hari ini aku menyuruhnya membawakan barang-barangku sampai ke kelas. Sebenarnya aku kasihan padanya, karena kebetulan barang- barangku banyak hari ini. Sampai dikelasku aku hanya tersenyum lalu mendorongnya kearah kelasnya.
“Hyora-ssi, kenapa Donghae-ssi yang mengantarkan barang- barangmu?,” tanya Hyena “Kasihan banget dia, barang- barangmu banyak lagi”.
“Biar! Dia berhutang budi padaku!,” kataku,”Kenapa kau cemburu?”.
“Aniyo! Aku hanya kagum padanya bukan menyukainya!,” katanya setengah berteriak. Alu hanya terkekeh melihat tingkahnya itu.

**********

Aku menemuinya ditaman sekolah. Aku akan mengerjainya. Kulihat dia sedang menungguku dibawah pohon dan terlelap. Wajahnya lucu. Hahaha.
Aku menyentilkan jariku ke keningnya. Dia terbangun dengan kagetnya.
“Perintahku selanjutnya, ajak Hyena berkencan. Layaknya pasangan,” kataku.

DONGHAE POV

OOMMOO!! Masa aku harus berkencan dengan orang lain sih? Aku mencintai yeoja ini dan aku tidak mau berkencan dengan orang lain. Andwe!!!
“Mian, kalo itu aku tidak bisa,” kataku. Dia terdiam.
“Ini perintahku!,” paksanya.
“Aku tak bisa berkencan dengan orang yang tidak aku cintai”
“Nde?? Bukankah kau sering berkencan dengan yeoja- yeoja di depan gerbang sekolah?”
“Mereka yang mengikutiku”
“…”
“Saranghae”
“Mwo?”
“Nado saranghae Hyora- ya” dia melangkah kebelakan seakan tidak percaya pada apa yang kukatakan.
“Kau sudah gila”
“Aku tidak gila”
“Lalu mengapa kau mengatakan hal seperti itu??!”
“Apa tidak jelas yang kukatakan tadi?”

HYORA POV

Aku tak tahu harus menjawab apa. Pikiranku buntu. Apa ini rasanya dicintai? Aku memang sedikit mencintainya. Tapi apa ini saat yang tepat.
“Mian kalau kau tak suka pada apa yang kukatakan,” katanya memecah keheningan. Lalu beranjak pergi.
“Tunggu!!,” kali ini aku yang memintanya untuk menunggu.
“Sebenarnya aku sedikit mencintaimu,” kataku. Dia menoleh. Raut wajahnya berubah. Dia tersenyum manis.
“Baiklah, begini saja. Bagaimana kalau aku akan membuatmu mencintaiku lebih dari apapun?,” tanyanya. Aku mengangguk pelan.
“Saranghae Hyora- ya,” katanya pelan lalu memegang pundakku.
“Sa..Saranghae Donghae- ya,” kataku terbata- bata. Mungkin karena aku belum pernah mengatakan kata itu seumur hidupku.
“Apakah kau mau kisseu lagi?,” tanyanya. Aku kaget, belum sempat aku menjawab dia sudah melakukannya. Aku melepasnya.
“Mwo? Kenapa kau selalu melakukannya tanpa persetujuan dariku??!!,” tanyaku memarahinya.
“Yang penting kau sukakan?,” tanyanya balik.
“Mwo???”

~end~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s